10 Pertanyaan Wajib Sebelum Pesan Jasa Pembuatan Website (Panduan Anti Rugi)

10 Pertanyaan Wajib Sebelum Pesan Jasa Pembuatan Website (Panduan Anti Rugi)
Pertanyaan sebelum pesan jasa website itu bukan sekadar formalitas. Setelah review lebih dari 50 klien vendor website di Jawa Tengah sejak 2019, kami catat satu pola: 7 dari 10 owner UMKM atau perusahaan yang langsung transfer DP tanpa tanya detail ternyata berakhir komplain di tengah jalan — website telat, fitur tidak sesuai, atau vendor menghilang setelah pelunasan. Artikel ini kasih 10 pertanyaan wajib yang harus Anda ajukan ke vendor sebelum tanda tangan kontrak, plus contoh jawaban yang masuk akal dan yang masuk kategori red flag. Untuk konsultasi gratis dan review proposal vendor, hubungi WhatsApp 0856-4028-7456.
Mengapa Pertanyaan Ini Krusial
Pertama-tama, pahami kenapa bertanya dulu itu penting. Pasar jasa pembuatan website Indonesia penuh dengan variasi kualitas, dari freelancer mahasiswa sampai agency profesional dengan tim 20 orang. Tanpa pertanyaan yang tepat, Anda akan kesulitan bedain mana yang serius dan mana yang asal-asalan.
Kedua, project website biasanya bukan transaksi sekali jadi. Ada maintenance bulanan, update konten, security patch, dan troubleshooting. Hubungan Anda dengan vendor akan panjang, jadi pilih sejak awal dengan teliti.
Ketiga, website adalah investasi digital yang nilainya ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah. Sama seperti beli mobil atau rumah, Anda tidak akan transfer tanpa cek dulu. Pertanyaan di bawah ini adalah cek kelayakan vendor Anda.
10 Pertanyaan Wajib
Pada dasarnya, urutan pertanyaan di bawah ini mengikuti alur diskusi natural dari portofolio sampai deal.
Pertanyaan 1: Bisa Lihat Portofolio dan Klien Existing?
Ini pertanyaan paling penting. Vendor serius selalu punya portofolio yang bisa diverifikasi. Minta link website klien existing, lalu cek apakah:
Pertama, website masih aktif dan bisa dibuka. Kedua, desainnya terlihat profesional dan modern. Ketiga, fitur yang ditampilkan bekerja dengan baik. Keempat, website mobile-friendly saat dibuka di HP.
Red flag: vendor cuma kasih screenshot tanpa link, atau kasih link tapi website klien mati atau template terlihat asal-asalan.
Pertanyaan 2: Berapa Lama Timeline Pengerjaan?
Timeline yang masuk akal untuk landing page 1-3 halaman adalah 1-2 minggu. Untuk company profile 5-10 halaman adalah 2-4 minggu. Untuk website custom (misal e-commerce, booking, dan lain-lain) 1-3 bulan.
Vendor harus kasih timeline tertulis dalam proposal. Tanya juga: kapan revisi, kapan training, kapan launch.
Red flag: vendor kasih timeline terlalu cepat tanpa alasan (misal landing page 1 minggu jadi dalam 2 hari) atau terlalu lama tanpa progress midway.
Pertanyaan 3: Teknologi dan CMS Apa yang Dipakai?
Tanyakan platform apa yang dipakai (WordPress, custom PHP, Laravel, React, dst). Minta alasan kenapa pakai platform itu untuk kebutuhan Anda.
WordPress cocok untuk company profile, blog, dan e-commerce skala kecil-menengah. Custom PHP atau framework cocok untuk aplikasi spesifik.
Tanya juga: CMS-nya user-friendly untuk edit sendiri, atau harus kembali ke vendor tiap ada perubahan?
Red flag: vendor tidak bisa jelaskan kenapa pilih teknologi tertentu, atau pakai teknologi langka yang akan sulit cari maintenance lain di kemudian hari.
Pertanyaan 4: Domain dan Hosting Siapa yang Kelola?
Pastikan domain atas nama Anda (bukan atas nama vendor). Hosting juga harus bisa di-transfer ke tempat lain kalau hubungan putus.
Tanya akses: apakah Anda dapat login ke cPanel/domain registrar? Apakah kredensial diberikan saat pelunasan?
Red flag: vendor pegang domain dan hosting atas nama mereka sendiri, dan tidak kasih akses meskipun project selesai. Itu artinya website Anda bergantung pada vendor selamanya.
Pertanyaan 5: Apakah Hosting Managed atau Self?
Managed hosting artinya vendor yang urus server maintenance, backup, security, dan monitoring. Self artinya Anda harus urus sendiri atau pakai admin lain.
Untuk UMKM tanpa tim IT, managed hosting sangat disarankan meskipun biaya sedikit lebih tinggi. Untuk perusahaan dengan tim IT internal, self-managed hosting bisa hemat.
Red flag: vendor tidak jelaskan beda managed vs self, atau selalu memilih tanpa diskusi kebutuhan Anda.
Pertanyaan 6: Ada Garansi dan Berapa Lama?
Garansi standar untuk project website: 1-3 bulan garansi bug fix gratis (typo, link rusak, error teknis). Di luar garansi, masuk kategori maintenance berbayar.
Tanyakan apakah garansi tertulis atau verbal, dan apa yang termasuk dalam garansi. Misalnya: Apakah update plugin WordPress termasuk? Apakah ganti foto produk termasuk?
Red flag: vendor tidak kasih garansi sama sekali, atau garansi penuh tapi tidak tertulis.
Pertanyaan 7: Berapa Kali Revisi Termasuk?
Standar industri: 2-3 kali revisi per halaman untuk design dan konten. Di atas itu, biasanya biaya tambahan.
Tanyakan sejak awal berapa revisi inklusif, dan biaya per revisi tambahan. Ini menghindari tagihan tidak terduga di akhir.
Red flag: vendor tidak jelaskan batas revisi, atau kasih revisi unlimited tanpa kompensasi biaya (sering vendor jadi tidak serius karena tidak ada aturan).
Pertanyaan 8: Apakah Ada Training Pengoperasian?
Setelah website jadi, Anda perlu bisa update sendiri (tambah produk, edit halaman, posting blog, dll). Vendor harus kasih training 1-2 sesi via Zoom atau tatap muka, plus dokumentasi tertulis/video tutorial.
Tanyakan apakah dokumentasi tertulis (PDF) atau video tutorial (YouTube channel internal).
Red flag: vendor tinggalkan website jadi tanpa training, dan Anda harus cari tutorial sendiri.
Pertanyaan 9: Apakah Sudah Include SEO Onpage?
SEO onpage minimal yang harus ada di setiap website baru: struktur heading H1-H2-H3, meta description per halaman, URL SEO friendly, sitemap.xml, robots.txt, schema markup dasar, dan koneksi ke Google Search Console.
Tanyakan apakah ini termasuk dalam paket, atau biaya tambahan. Vendor profesional selalu sertakan SEO basic di setiap project.
Red flag: vendor tidak tahu apa itu SEO onpage atau bilang SEO itu add-on mahal tanpa basic.
Pertanyaan 10: Apa Komitmen After-Sales?
Website bukan sekali jadi. Setelah launch, Anda butuh support untuk hal teknis (misal upload foto rusak, plugin conflict, atau mau tambah halaman baru). Tanyakan:
Pertama, berapa lama respon time untuk support (misal: max 24 jam di hari kerja). Kedua, biaya maintenance bulanan termasuk apa saja. Ketiga, apakah ada garansi uptime server (misal 99% uptime).
Red flag: vendor tidak kasih support setelah pelunasan, atau biaya maintenance sangat tinggi tanpa kejelasan.
Studi Kasus: 3 Klien yang Rugi Karena Tidak Bertanya
Misalnya, ketiga kasus di bawah ini adalah contoh nyata mengapa pertanyaan di atas wajib ditanyakan.
Kasus 1: Toko Furniture di Semarang Website Mati Setelah 3 Bulan
Klien pesan website e-commerce ke vendor asal kota kecil dengan DP 50%. Vendor kasih website selesai dalam 1 minggu (terlalu cepat untuk e-commerce). 3 bulan kemudian website tiba-tiba mati dan tidak bisa dibuka. Vendor bilang server error dan minta biaya tambahan Rp 3 juta untuk fix. Klien tidak mau, akhirnya harus bikin ulang dari nol.
Pelajaran: vendor terlalu cepat biasanya pakai template tanpa testing. Tanya portofolio dan cek apakah klien existing masih aktif.
Kasus 2: Klinik di Solo Domain Tidak Bisa Ditarik
Klien pesan website company profile. Setelah pelunasan, vendor tidak kasih akses domain dan hosting. 2 tahun kemudian klien mau pindah ke vendor lain atau ganti setup, tapi tidak bisa karena domain atas nama vendor.
Pelajaran: pertanyaan 4 tentang domain penting dan wajib ditanyakan sebelum DP. Pastikan domain atas nama Anda sebelum transfer.
Kasus 3: Restoran di Yogyakarta Website Tidak Mobile-Friendly
Vendor kasih website yang di desktop terlihat bagus, tapi saat dibuka di HP berantakan. Vendor bilang sudah responsive, padahal tidak. Revusi diminta, tapi keluar biaya karena sudah lewat batas revisi yang tidak pernah dikomunikasikan.
Pelajaran: pertanyaan 7 tentang revisi count wajib. Cek sendiri mobile responsive website vendor portofolio sebelum deal.
Tanda Vendor Red Flag
Pada dasarnya, ada beberapa tanda universal dari vendor website yang harus Anda hindari.
Pertama, harga sangat murah tanpa specifications detail. Harga tidak masuk akal biasanya ada biaya tambahan di tengah jalan.
Kedua, tidak ada kontrak tertulis. Deal verbal sulit di-enforce kalau ada masalah.
Ketiga, vendor tidak bisa jawab pertanyaan teknis dengan jelas. Vendor yang asli selalu tahu detail teknis project.
Keempat, minta DP lebih dari 50% di awal. Standar industri: 30-50% di muka, 40% saat midway, 20-30% saat launch.
Kelima, tidak ada portofolio atau portofolio mati. Itu red flag terbesar.

Cara Cek Sebelum Deal Final
Pada dasarnya, ada beberapa cek independen yang harus Anda lakukan sebelum tanda tangan kontrak.
Pertama, cek portofolio vendor di HP Anda sendiri. Buka website klien vendor di smartphone, apakah mobile-friendly, cepat loading, dan fitur bekerja.
Kedua, cek kualitas SEO basic website klien vendor. Bisa pakai tool gratis seperti SEO Minion extension atau langsung lihat meta description dan heading structure-nya.
Ketiga, cek review vendor di Google atau media sosial. Kalau ada banyak komplain di internet, itu sinyal bahaya.
Keempat, coba kontak klien vendor secara langsung untuk tanya pengalaman kerja sama. Vendor serius biasanya kasih beberapa kontak klien untuk referensi.
Kelima, cek legalitas vendor (PT/CV atau PKP). Bisnis legal biasanya lebih akuntabel.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga wajar jasa website profesional?
Landing page 1-3 halaman mulai Rp 1,5-3 juta. Company profile 5-10 halaman mulai Rp 3-8 juta. E-commerce custom mulai Rp 8-30 juta. Aplikasi web spesifik mulai Rp 25-100 juta. Harga di bawah range itu biasanya template tanpa kustomisasi.
Apakah perlu SEO dari awal?
Sangat perlu. Minimal SEO onpage (struktur heading, meta description, sitemap) harus ada sejak awal. Tanpa itu, website Anda tidak akan kompetitif di Google.
Berapa lama website jadi?
Landing page 1-2 minggu, company profile 2-4 minggu, e-commerce 1-3 bulan, aplikasi custom 2-6 bulan. Ini dengan catatan revisi normal dan konten dari klien tersedia tepat waktu.
Apakah saya bisa update website sendiri setelah jadi?
Bisa, asal CMS-nya user-friendly (WordPress dan turunannya). Vendor harus kasih training dan dokumentasi. Kalau vendor pakai platform custom tanpa CMS, biasanya Anda tidak bisa update sendiri.
Bagaimana cara cek portofolio vendor?
Minta link website klien, buka di desktop dan HP, cek loading speed, mobile responsive, fitur interaktif, dan kualitas konten. Kalau banyak website vendor yang buruk, itu sinyal paket mereka juga akan serupa.
Apakah perlu maintenance bulanan?
Sangat disarankan untuk website aktif. Biaya maintenance biasanya Rp 200-800 ribu per bulan termasuk update plugin, backup, security monitoring, dan minor changes. Tanpa maintenance, website rentan kena hack dalam 6-12 bulan.
Kesimpulan: Pilih Vendor dengan Teliti, Project Berjalan Lancar
Pada akhirnya, pemilihan vendor website yang tepat menentukan kesuksesan project digital Anda. Sepuluh pertanyaan di artikel ini adalah minimum yang harus Anda ajukan sebelum deal. Diskusi awal yang baik menyelamatkan banyak waktu dan biaya di kemudian hari.
Untuk konsultasi gratis kebutuhan website Anda (apakah perlu landing page, company profile, atau e-commerce), hubungi tim kami via WhatsApp 0856-4028-7456. Kami bisa bantu analisis kebutuhan dan rekomendasi vendor serius di area Anda.
Layanan Konsultasi Website dan Digital Marketing
Tim Ayah Amanah Digital melayani konsultasi website, SEO, dan digital marketing untuk UMKM dan perusahaan:
- Jasa Pembuatan Website Semarang, paket website profesional untuk UMKM dan perusahaan
- Jasa Pembuatan Website Perusahaan di Semarang, paket custom untuk korporasi
- Panduan SEO untuk Bisnis, referensi strategi SEO dasar untuk UMKM
Penutup
Intinya: pertanyaan sebelum pesan jasa website itu investasi waktu 30-60 menit yang menyelamatkan project Anda dari hasil di bawah standar. Sepuluh pertanyaan di artikel ini (portofolio, timeline, teknologi, domain, hosting, garansi, revisi, training, SEO, after-sales) menutup sebagian besar jebakan yang sering menimpa UMKM atau perusahaan yang pesan website ke vendor sembarangan. Untuk rekomendasi vendor serius di area Anda, atau review proposal vendor yang sudah Anda dapat, kirim WhatsApp ke 0856-4028-7456. Tim kami balas dalam 1-2 jam kerja dan bantu analisis kebutuhan Anda secara gratis. Untuk info portofolio dan layanan lengkap, cek www.ayahamanah.com.
Artikel ini ditulis oleh tim Ayah Amanah Digital berdasarkan pengalaman review 50+ klien vendor website di Jawa Tengah sejak 2019, mencakup UMKM, klinik, restoran, toko retail, dan korporasi. Data proyek aktual dianonimkan untuk privasi klien. Untuk konsultasi kebutuhan website spesifik Anda, hubungi tim via WhatsApp.

Leave a Comment